5 Film Populer Indonesia yang Mengguncang Hati Penonton

Dari tahun ke tahun, film populer buah karya sineas Indonesia selalu mencuri perhatian. Meskipun waktu sudah berlalu lama, tetapi jumlah penonton yang ingin menonton kembali cukup banyak. Salah satu kategori film yang memorable biasanya mampu mengguncang hati mereka. Apakah kamu termasuk? Inilah 5 film Indonesia yang patut ditayangkan ulang.

  1. Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)

Film ini terinspirasi atau diadaptasi dari buku karangan Buya Hamka dengan judul yang sama. Film ini berkisah tentang romantisme antara Zainudin dengan Hayati. Namun keduanya terhalangi jurang nasib yang sangat jauh berbeda. Zainudin di pihak orang melarat. Sementara Hayati merupakan keturunan dari seorang bangsawan.

Kisah cinta abadi mereka saling berkejaran dengan penuh haru ketika sama-sama berada di dalam Kapal Van der Wijck. Zainudin yang saat itu telah berhasil menjadi penulis kaya raya masih tetap dihadang oleh badai prahara di kapal tersebut. Kamu bisa menontonnya sendiri bagaimana pondasi cinta mereka bertambah kuat setelah ditempa berbagai cobaan.

  1. Habibie dan Ainun (2012)

Satu lagi kisah yang amat memukau nalar dan jiwa. Film Habibie dan Ainun ini merupakan hasil adaptasi dari kisah nyata yang dialami sendiri oleh Presiden RI ke-3, B.J. Habibie. Dokumentasi film populer Indonesia tersebut berkisah tentang perjuangan cinta dua tokoh inspiratif dari negeri kita ini.

Sejak masih kanak-kanak hingga dewasa, Habibie selalu memiliki cita-cita yang tinggi. Beliau memperjuangkan cita-cita tersebut hingga jauh ke tanah asing. Beliau pernah ke Jerman, dan di sanalah prototipe pesawat terbang hasil racikan beliau terukir manis. Kisah paling mengguncang jiwa dari film ini terletak pada detik-detik menjelang ending.

  1. Serigala Terakhir (2009)

Tidak selamanya kisah film yang mampu mengguncang jiwa itu memiliki alur cerita yang lambat. Film “Serigala Terakhir” ini bertindak sebagai film dengan genre aksi. Temponya tergolong cepat. Siap-siap saja kamu senam jantung sepanjang menonton film ini. Tokoh sentral dalam film ini bisa dibilang tidak terlalu kentara.

Namun katakanlah bila memihak, maka pilihan itu condong pada sosok Jarot. Film ini bercerita tentang persahabatan 5 lelaki. Mereka bernama Jarot, Ale, Sadat, Lukman, dan Jago. Persahabatan mereka kandas pasca Jarot tidak sengaja membunuh seseorang. Namun sahabat-sahabatnya justru pergi begitu saja. Sejak itulah film ini menampakkan keseruannya.

  1. Ayat-Ayat Cinta (2008)

Film ini begitu revolusioner. Sebab di tengah-tengah film yang bernada sinisme terhadap para remaja, justru film ini tampil sebagai pembeda. “Ayat-Ayat Cinta” merupakan adaptasi dari sebuah novel buah karya Habiburrahman El-Shirazy. Dalam bingkai romantika religi, film maupun buku “Ayat-Ayat Cinta” mencapai penjualan terlaris pada masanya.

Bahkan berkat buku maupun film “Ayat-Ayat Cinta”, banyak penulis maupun sineas yang berlomba-lomba mengikuti jejaknya. Di dalam film tersebut banyak sekali dialog cerdas dan quotable. Sepanjang kisah selalu menelurkan hikmah yang mendalam dari seorang muslim bernama Fahri dan seorang muslimah bernama Aisha.

  1. Heart (2006)

Kamu masih ingat dengan film ini? Penokohan dalam film “Heart” ini sangat bagus. Meski ceritanya berkisah tentang cinta segitiga, tetapi telah dikemas menjadi sesegar mungkin. Alur ceritanya betul-betul menghanyutkan. Tanpa dibumbui oleh adegan menye-menye yang berlebihan, setiap scene mampu membuat penonton seolah-olah mengalami kisah yang sama.

Menikmati film populer yang mengguncang jiwa tidak akan pernah merasa bosan meskipun diputar berulang-ulang. Sama dengan sebuah karya asli yang memiliki ciri khas. Walaupun barangkali perindustrian film Indonesia mengalami kemunduran, ketajaman film-film itu akan selalu bisa melintasi generasi berikutnya. Di situlah kerennya film asli Indonesia.

(Visited 42 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *