Perusahaan Sukanto Tanoto Dukung Replanting Kelapa Sawit Dengan Benih Berkualitas

Royal Golden Eagle mulai berdiri pada 1973. Pada awalnya, mereka menekuni industri kayu lapis. Namun, kini sesudah bertransformasi dari Raja Garuda Mas menjadi RGE, bidang yang digeluti semakin beragam. Sekarang mereka terjun dalam industri kelapa sawit, pulp and paper, pengembangan energi, viscose fibre, serta selulosa spesial.

Kelapa sawit adalah salah satu bidang yang dikelola oleh Royal Golden Eagle. Mereka sangat mengenal bahan baku tersebut karena kelapa sawit merupakan bisnis pertama yang dilakukan oleh Sukanto Tanoto tekuni. Oleh karena itu, perusahaan ini tahu segala tentang industry tersebut salah satunya terkait masa replanting yang sering menjadi momok bagi para petani kelapa sawit. Salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle yang berkiprah di industri kelapa sawit adalah Asian Agri. Mereka mulai berdiri sejak 1979 dan mulai mengoperasikan perkebunan pertamanya di Gunung Melayu pada 1983. Sejak saat itu, Asian Agri terus berkembang. Mereka akhirnya menjadi salah satu produsen kelapa sawit penting di Indonesia. Kapasitas produksi yang mencapai satu juta ton per tahun merupakan bukti nyata.

Kelapa sawit memang merupakan tanaman yang mampu produktif dalam jangka panjang. Namun, ketika umurnya sudah memasuki 20 hingga 25 tahun, produktivitasnya berkurang secara alamiah. Kala itu seharusnya replanting dilakukan. Untuk menanam ulang kelapa sawit di perkebunan membutuhkan biaya besar. Mereka harus merogoh kocek untuk membeli bibit hingga menjalankan pekerjaan. Karena pada saat yang bersamaan, penghasilan mereka menghilang dan tanaman tengah diganti dengan yang baru. Padahal, untuk bisa menghasilkan panen pertama, petani kelapa sawit mesti menunggu masa hingga tiga tahun.

Oleh karena itu, Asian Agri melakukan pendampingan kepada para petani menjalani masa replanting. Sebelumnya Asian Agri sering melakukannya ke para petani plasmanya. Akan tetapi, sekarang mereka memperluas jangkauan dukungan ke para petani swadaya yang juga membutuhkan bantuan.

Hal ini sudah dilakukan oleh Asian Agri dengan melakukan pendampingan salah satunya pada November 2017 di Sumatra Utara melalui BPDP. Kala itu, unit bisnis bagian dari Royal Golden Eagle ini menyerahkan dana peremajaan kelapa sawit kepada KUD Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera. Mereka adalah mitra Asian Agri yang berbasis di Desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara. Para anggota KUD Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera merupakan para petani kelapa sawit swadaya. Mereka mengelola lahan perkebunan seluas 157 hektare. Seluruh lahan itulah yang proses penanaman ulangnya didukung penuh oleh Asian Agri.

Selain dukungan dana, mereka juga menyediakan bibit unggul Topaz. Bibit hasil riset dan pengembangan Asian Agri ini terbukti memberikan produksi yang baik serta tahan dalam beragam kondisi. Selain itu, Asian Agri tetap akan memberikan pendampingan kepada para petani swadaya. Mereka akan diajari cara-cara pengelolaan perkebunan yang baik. Kemudahan memperoleh pupuk pun akan diberikan. Dan itulah perusahaan Sukanto Tanoto dukung replanting kelapa sawit dengan benih berkualitas.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *